Yunik Ekowati

Namanya adalah Yunik Ekowati lahir 10 juni dia adalah si sulung dari empat bersaudara perempuan semua. Bapaknya seorang pensiunan dinas pariwisata Sragen, yang ...

Selengkapnya
SIRKUIT MIJEN, BAKAL JADI IKON BARU KOTA SEMARANG

SIRKUIT MIJEN, BAKAL JADI IKON BARU KOTA SEMARANG

SIRKUIT MIJEN, BAKAL JADI IKON BARU KOTA SEMARANG

Kota Semarang terkenal dengan julukan kota ATLAS (Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat) dan berbagai cerita menarik tentang Semarang, mulai dari lagu yang berjudul “Semarang Kaline Banjir” di dalam syair tersebut mengisahkan bahwa sungai-sungai kecil di kota Semarang sering banjir. Sebagian lirik lagu yang terkenal dinyanyikan si Walang Kekek, Waljinah. Gambaran kota Semarang yang kurang tertata dalam hal system perairan kala itu terpampang nyata, sebenarnya bisa saja diganti dengan kebanggaan kota ATLAS sebagai kota industri dan jasa atau kota wisata dari peninggalan Belanda, China dan alamnya yang begitu memesonakan setiap mata yang memandang. Sudah dari jaman Belanda, kota tercinta Semarang terkenal banjir sungai/kotanya. Upaya telah banyak dilakukan, tapi banjir masih datang, tetap menghadang, saya yakin ini bukan kutukan dari Tuhan karena Ia menciptakan sesuatu yang baik. Jika menimbulkan bencana, pasti ulah manusianya yang tak bisa merawat dan melestarikan alam yang dianugerahkan.

Seiring perkembangan jaman, Semarang dari tahun ke tahun terus berbenah terbukti bahwa di tangan Hendrar Prihadi sedang gencar-gencarnya menata kota. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan impian menjadi bagian dari UNESCO World Heritage Site 2020. Setelah sukses gemparkan media internasional dengan Kampung Pelangi-nya, Ibukota Jawa Tengah hadirkan gebrakan terbaru lagi dengan meresmikan Semarang Creative Gallery yaitu ide dari orang nomor satu di kota Semarang Hendrar Prihadi. Kota Semarang berhasil memboyong Indonesia's Attractiveness Awards 2017. Kota Semarang menang dalam tiga kategori, yaitu Kota Terbaik, Kota Terbaik untuk Infrastruktur dan Kota Terbaik untuk Investasi. Ketiga kategori tersebut disematkan kepada kota Semarang mengingat dalam kurun waktu lima tahun terakhir kota Semarang terus menunjukkan progres yang luar biasa.
"Ini sekaligus menjadi bukti bahwa apa yang Kota Semarang upayakan dalam satu tahun ke belakang ada progresnya sehingga tentu saja ini menjadi pemacu bagi seluruh masyarakat Kota Semarang untuk mengupayakan kotanya menjadi lebih baik dan lebih hebat lagi," tambah Hendi yang baru mendapat penghargaan Singapore Institute of Planners.

Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB) miliki 3 perusahaan, dengan luas area 50 Hektar yang telah dibangun 30 hektar yang terletak di Kelurahan Mijen Kecamatan Mijen dan memiliki fasilitas tanah yang siap dibangun , bangunan yang siap dipakai, jalan lingkungan, listrik , telepon dan air untuk alamat pengelola berada di jalan Pandanaran No. 6 Kav. 15 Semarang dengan no Telpon atau Fax 8443005. BSB City sebagai kota satelit (suburb) terbesar di Semarang, kini lebih mudah dijangkau dari semua akses. Dengan telah dibangunnya jalan Jrakah - Ngaliyan - Mijen, dan sedang dalam proses jalan Manyaran - Mijen serta Mijen - Mangkang semakin mempermudah masyarakat untuk mencapai kawasan BSB City, karena lebar jalan ROW 26 (6 jalur).

Di samping itu BSB City berlokasi tidak jauh dari waduk Jatibarang, yang rencananya akan dibangun seluas +300 Ha sebagai obyek wisata, sehingga dapat menimbulkan pertumbuhan ekonomi bagi lingkungan di sekitarnya. Pada tahun 2011 BSB City melengkapi beberapa fasilitas, yaitu dibangunnya Sport Club sebagai sarana rekreasi olah raga, dan fasilitas penunjang lainnya seperti Kantor Pengelola Kota dan Pemadam Kebakaran sebagai bentuk pelayanan, kepada penghuni BSB City serta masyarakat di sekitarnya. Fasilitas lain yang saat ini telah beroperasional adalah, sekolah Al-Azhar dan sekolah Marsudirini sebagai sekolah terkemuka. Konsep hunian di tiap kawasan bervariatif, kawasan Graha Taman Pelangi (GTP) dan Graha Taman Bunga (GTB) dikhususkan untuk masyarakat menengah ke atas. Sedangkan Puri Arga Golf (PAG) dengan hunian bernuansa golf, akan dikembangkan sebagai hunian kelas atas Exlusive Golf Residence.

BSB City, juga menyediakan rumah sederhana (RS) untuk masyarakat menengah bawah, dengan harga yang cukup terjangkau. Selain kawasan pemukiman dan kawasan rekreasi dan olah raga, BSB City mempunyai kawasan Industri, dengan konsep Industri Bersih yang dilengkapi dengan taman-taman kota. Konsep Kawasan Industri Bersih ini sejalan dengan PP no. 24 tahun 2009, dimana pertumbuhan industri harus berada di Kawasan Industri. Dalam perkembangan pembangunan BSB City menuju era modern di abad 21, konsep Pusat Kota akan terpusat pada kawasan Central Business Distric (CBD).

Kecamatan Mijen termasuk salah satu dari 15 kecamatan, yang ada dalam wilayah administrasi Kota Semarang. Secara administrasi kecamatan Mijen terdiri dari 14 Kelurahan yaitu Kelurahan Kedungpane, Jatibarang, Pesantren, Cangkiran, Tambangan, Mijen, Ngadirjo,Jatisari, Polaman, Wolopo, Purwosari, Bubakan, Wonoplumbon, dan Karangmalang. Kecamatan Mijen adalah salah satu kecamatan terluas di kota Semarang, dengan luas wilayah 57,55 Km2, terletak pada ketinggian 253,00 mdpl dengan batas wilayah

administrasi sebagai berikut : sebelah Utara (Kecamatan Ngaliyan), sebelah Selatan (Kecamatan Boja), sebelah Barat (Kabupaten Kendal) sebelah Timur (Kecamatan Gunung Pati). Daerah Mijen mempunyai banyak potensi yang bisa di kembangkan, Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah sedang menyiapkan Kecamatan Mijen sebagai agrowisata durian. Wilayah tersebut memiliki potensi buah durian loka berkwalitas unggul "Kami ingin secepatnya menjadikan sebagai agrowisata sekaligus agroedukasi, utamanya terkait buah durian," kata Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Menurut dia, buah durian lokal yang dibudidayakan petani di Mijen tidak kalah kualitasnya dengan buah durian dari daerah-daerah lainnya, seperti Medan dan Jepara yang terkenal sebagai penghasil durian. Bedanya, kata Ita, sapaan akrab Hevearita, adalah durian lokal Semarang belum begitu dikenal dan baru sebatas masyarakat Semarang dan sekitarnya, dibandingkan dengan durian-durian khas daerah lain.
"Makanya, kami terus promosikan buah durian lokal unggulan dari Mijen ini secara luas. Seperti lewat Festival Durian setiap tahun, hingga berbagai perlombaan varietas durian unggulan," katanya. Namun, ia meminta masyarakat Semarang juga ikut berperan aktif mempromosikan durian Mijen.

Pada Kecamatan Mijen penggunaan lahan masih berupa kegiatan desa. Penggunaan lahan yang bercirikan desa ini tersebar secara merata diseluruh wilayah. Sedangkan penggunaan lahan yang bercirikan perkotaan tersebar di wilayah pusat aktivitas. Daerah-daerah yang cukup cepat perkembangannya memjadi kawasan terbangun menjadi kawasanperkantoran, perdagangan dan jasa ada pada wilayah Kelurahan Wonopolo, Mijen, dan Cangkiran. Kelurahan ini menunjukan perkembangan kawasan terbangun yang signifikan. Di Kecamatan Mijen juga ada penggunaan lahan untuk perumahan terencana (realestate), perumahan yang akan dibangun di Kecamatan Mijen adalah perumahan BSB dan perumahan eks PTP untuk perumahan BSB dijadikan perumahan skala besar dengan kelengkapan fasilitas dan utilitas penunjang menjadi kota mandiri.

Menurut data Tabel Penggunaan Lahan Luas (Ha) ; Hutan 441.445, Kebun 941.226, Permukiman 1471,405, Sawah Tadah Hujan 503,990, tegalan 1893,275 dan tanah Lapang 408,224. Perkembangan pembangunan terus berjalan pelan tapi pasti, pembukaan hutan semakin marak, hutan karet sepanjang kawasan Galunggung hingga Mijen. Di tahun 2008 masih sangat lebat sekarang sudah berganti dengan bangunan perumahan-perumhan elit. Gedung –gedung pemerintahan, pabrik atau industry, dan pusat perbelanjaan elit, pertanda wujud nyata pemerintah kota Semarang sangat berhasil dalam menjalankan program-programnya.

Seiring pembangunan yang begitu pesat, salah satunya adalah jalan baru di sekitar area perumahan elit Beranda Bali Mijen, sesuatu hal yang menarik yaitu ketika menjelang sore hari sekitar pukul 16.00 banyak anak muda usia antara 12-20an tahun, kebanyakan pria sedang bergerombol asyik menyaksikan beberapa anak muda yang sedang terlibat balapan liar. Kejadian ini saya menyaksikan sendiri ketika pulang kerja setiap hari melewati jalan sepanjang perumahan Beranda Bali sampai dengan kecamatan, saat pertama kali melihat saya mengira ada perkelahian atau kecelakaan. Ternyata setelah saya amati sedang berlangsung balapan motor, yang pesertanya hanya menggunakan pakaian sehari-hari atau seadanya tanpa alat pengaman yang memadai dan motor yang sudah di protoli knalpot bersuara berisik. Dengan santainya mereka menlintasi jalan dengan kecepatan tinggi dan suara kendaraan yang sangat mengganggu telinga, di gas bleyer ala-ala anak muda tanpa menghirukan pengendara lain yang juga sedang melintas di daerah jalan tersebut.

Bahkan suatu saat saya juga pernah melihat jalan baru yang sudah di tutup dengan cor-coran balok oleh pihak pengembang perumahan, dengan bergotong-royong mereka menggeser balok-balok tersebut untuk di jadikan lahan atau area balapan. Ternyata tidak hanya sore hari, pada saat Ramadhan menjelang buka puasa atau setelah subuh di area BSB (Bukit Semarang Baru) memang bukan menjadi rahasia lagi sering di jadikan tempat balapan liar. Ternyata tidak jauh dari BSB, sekelompok orang kerap menggelar balap liar di Jl. Tambak Aji, Kelurahan Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Ini menambah panjang daftar tempat yang sering di jadikan ajang balapan liar. Padahal di daerah tersebut adalah banyak kawasan pabrik, yang pada saat jam-jam berlangsungnya balapan liar pekerja pabrik pulang kerja, sungguh sangat meresahkan pengguna jalan.

Pihak masyarakat ataupun lingkungan/pengelola perumahan setempat sudah melakukan tindakan menegur sampai dengan melapor kepada pihak yang berwajib yaitu kepolisian, tetapi masih saja terjadi aksi balapan liar. Memang sangat di butuhkan kerja sama yang tidak mudah dalam menghadapi dampak perkembangan-perkembangan dalam pembangunan yang selalu muncul di setiap sisinya, baik dampak yang memang sudah di prediksi maupun dampak yang tidak di prediksi atau jauh di luar perkiraan. Pihak kepolisian juga sering mengadakan rasia baik sore hari maupun dini hari saat berlangsungnya balapan liar terjadi. Tak jarang sering terlihat pemandangan di depan kantor polres Mijen berjajar sepeda motor hasil razia balapan liar memenuhi halaman kantor hingga di pinggir jalan raya.

Melihat potensi remaja yang begitu luar biasa dalam hal kecintaannya terhadap otomotif, dan letak geografis daerah Mijen yang begitu mempesona di kelilingi gunung Ungaran, mengalir sungai di sekitarnya dan dekat dengan kawasan-kawasan industry. Tanaman buah yang menjadi produk unggulan yaitu buah Ace dan Durian, setiap tahunnya di adakan Festival Durian yang bertujuan nutuk mengangkat potensi local. Sebenarnya sangat layak jika daerah Mijen di bangun sirkut, selain memberi wadah positif bagi masyarakat yang mempunyai bakat dan hobby yang bisa menyalurkan. Prospek nilai wisata yang sangat menjanjikan dengan mempertimbangkan panorama indah di sekeliling area sirkuit dan berbagai potensi lain yang sangat mendukung.

Tribun 29 Des 2016 Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kadarusman menyampaikan bahwa rencana pembangunan sirkuit balap di daerah Mijen sudah tahap finalisasi. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, sirkuit Mijen jika sudah jadi nanti akan menjadi Sirkuit balap panoramik dengan pemandangan cantik kawasan pegunungan Sebab, sirkuit yang dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektare dengan panjang lintasan sekitar 2,7 kilometer itu berada di kawasan gunung yang banyak ditumbuhi pohon-pohon hijau. "Setelah saya lihat pemandangannya (sekitar sirkuit) luar biasa indah. Harapannya ini jadi ikon Kota Semarang, " kata Wali Kota Semarang saat meninjau langsung pembangunan sirkuit Mijen, Kamis 26 Oktober 2017. Kemajuan pembangunan sirkuit sendiri cukup terlihat. Sejumlah pekerja masih sibuk mengerjakan pengurukan lintasan sirkuit serta melakukan pengerukan tanah. Untuk tahun ini target pembangunan akan merampungkan lintasan balap. Hanya, saja kata Wali Kota, ada beberapa titik fokus pengerjaan sirkuit yang harus ditambahkan pengaman, seperti tikungan yang masih cukup tajam. Sebab, ada tebing curam sehingga memerlukan barier atau pengaman tambahan.
Selain itu, Wali Kota juga ingin ada pagar pembatas untuk mengantisipasi adanya penonton yang masuk ke dalam sirkuit.

Pembangunan sirkuit Mijen menggunakan APBD Kota Semarang dan ditarget selesai pada 2018. Pembangunannya dilakukan multiyears dengan anggaran sebesar Rp135 miliar.
Kepala Dinas Tata Ruang Distaru Kota Semarang Agus Riyanto menambahkan, konsep sirkuit panoramik itu nantinya akan Multy Event Sport. Selain sebagai arena road race dengan panjang lintasan 2,7 kilometer, sirkuit juga dilengkapi dengan arena gokart, drag race, slalom, dan paddock. "Selain itu juga kelengkapan tribun dan panggung besar untuk berbagai kegiatan anak muda berkonsep sport center multy event," tambahnya.
Kota Semarang, Jawa Tengah segera memiliki sirkuit balap kelas internasional. Sirkuit yang bakal digunakan sebagai ajang balap Motocross internasional di Indonesia di tahun-tahun mendatang. Sejauh ini, pembangunan sport center tahap pertama itu telah dimulai dengan anggaran Rp 38 miliar. Pembangunan tahap pertama berupa lintasan balap sudah mencapai 40 persen. "Ini targetnya selesai 1 Desember, hanya sampai lintasannya," ujar Nur Ashadi, Manager pekerjaan lapangan dari pihak kontraktor PT Mina Fajar Abadi, Kamis (26/10/2017).

Sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah tentang di bangunnya sirkuit di daerah Mijen, besar harapan masyarakat untuk bisa meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik lagi, perekonomian menjadi lebih berpihak kepada masyarakat. Penduduk sekitar yang mayoritas berpendidikan rata-rata lulus SMP, SMA dan hanya berjumlah sangat sedikit yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dikarenakan memang factor ekonomi. Mendengar kabar tentang akan di bangunnya sirkuit di daerah Mijen, masyarakat termasuk penulis mempunyai sikap dan pandangan yang masing-masing berbeda. Mulai dari rabaan atau opini sendiri, bahwa kemungkinan besar lahan depan rumah kami, yang langsung berhadapan dengan arena sirkuit akan ditutup pagar bumi keliling. Sehingga tertutup pula akses untuk langsung bisa melihat, atau berhubungan secara langsung dengan komunitas yang ada di dalam sirkuit. Terputusnya akses jalan pintas menuju desa Rembes, yang masih ada perkampungan kecil bekas pengelola perkebunan karet. Jika ingin pergi ke desa Rembes para penduduk yang tadinya bisa langsung lewat tengah hutan karet, kira-kira hanya membutuhkn waktu 5 menit, ada jalan setapak bisa dilalui dengan menempuh jarak lebih dekat, di banding sekarang harus memutar melalui jalan raya depan kecamatan Mijen lurus kearah utara, kemudian ada pertigaan masuk ke kiri baru bisa sampai desa Rembes.

Pandangan betapa nantinya suara berisik dan memekakkan telinga, jika sedang berlangsung acara balapan motor dengan jumlah peserta ribuan orang, yang pastinya di datangai oleh berbagai penjuru daerah bahkan pelosok negeri. Berbagai anggapan-anggapan yang memang dari awal kita tidak pernah di beri sosialisasi secara terbuka oleh pihak kecamatan atau pemerintah. Semua terjadi begitu saja dan banyak masyarakat yang mengetahui hanya sebatas akan di bangun sirkuit saja, semua mengalir dengan sendirinya mulai dari pengukuran di depan rumah penduduk yang kebetulan menghadap langsung pada arena sirkuit tersebut. Semua sudah menjadi ketentuan pemerintah dan sebagai masyarakat lebih baik bersikap mendukung selamat kedepan mempunyai dampak yang berpihak kepada kepentingan masyarakat setempat, kota Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya. Pembangunan yang semakin di galakkan oleh pemerintah kota Semarang sudah menjadi agenda pemerintah dan jajarannya, tentunya semua berpijak untuk mengangkat potensi daerah Mijen yang di pandang sangat mendukung untuk di bangun sebuah arena sirkuit.

Berawal di bulan September 2017 terdengar suara gergaji mesin meraung-raung di tengah hutan, mulai pagi, siang, sore dan tengah malam suara mesin dan gergaji mesin terdengar saling bersahutan. Terdengar gemuruh suara truk-truk dan mesin-mesin alat berat silih berganti sedang memaku bumi, hingga bergetar sampai ke pemukiman penduduk. Debu beterbangan setiap hari bahkan setiap saat mengotori lantai teras dan masuk sampai lantai dan isi perabot dalam rumah terlihat sangat berdebu. Jemuran baju yang tadinya tidak pernah ada debu menempel pada masing-masing cucian, sekarang penduduk mulai resah dengan debu beterbangan, sehingga jika ingin mengangkat jemuran harus mengibaskan terlebih dahulu baju yang di jemur, supaya debu-debu yang menempel bisa lepas dari jemuran. Kegiatan Menyapu dan membesihkan lantai yang biasanya dua kali dalam sehari, ini menjadi lima kali bahkan lebih, di karenakan pengerukan tanah di hutan depan rumah kami yang terjadi begitu luar biasa. Suasana dan udara yang tadinya sejuk segar, meski di saat siang hari, kini dengan banyaknya pohon karet yang di tebang membuat suasana menadi panas dan gerah meski di saat malam hari.

Hal serupa yang saya rasakan ternyata di alami juga oleh tetangga dan masyarakat sekita area pembangunan sirkuit. Sangat terasa sekali bagi mereka yang kebetulan adalah berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sehingga merasakan betul perubahan-perubahan yang terjadi saat sebelum ada pembangunan proyek sirkuit dengan sekarang sedang berjalan pembangunan proyek sirkuit. Sekarang sudah menginjak tiga bulan persis di bulan November pembangunan area sirkuit Mijen, masyarakat tidak bisa berharap atau mengeluh lebih panjang lagi karena seolah-olah semua berjalan begitu saja. Apapun alasannya kebijaksanaan pemerintah memang menjadi prioritas utama, dengan alasan demi kepentingan dan kemakmuran bersama.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali